Senin, 06 April 2015

Tentang Perumahan Murah

Tentang Perumahan Murah



Contoh Perumahan Murah

Contoh Perumahan Murah




Siapapun pasti tergiur dengan perumahan murah maka dari itu marketing property selalu menambahkan kata-kata murah dalam setiap promonya. Tentunya tingkatan murah berbeda antara setiap orang. Mungkin sebagian orang mengatakan rumah yang ditawarkan pengembang sangat mahal karena harga yang ditawarkan di atas 500 juta rupiah, sementara sebagian lain akan mengatakan bahwa rumah tersebut cukup murah. Tentu masing-masing mempunyai alasan sendiri-sendiri. Mereka yang mengatakan mahal mungkin hanya berpikir bahwa dia tidak mampu membeli, sementara yang mengatakan cukup murah mempunyai pertimbangan lokasi yang strategis, arsitektur yang bagus dll walaupun sebenarnya dia sendiri juga tidak mampu membeli, namun hal tersebut bisa diatasi melalui kredit rumah. Bahkan saat ini banyak developer menawarkan kredit rumah tanpa DP.

Dikarenakan harga rumah selalu bergerak naik sehingga perumahan yang saat ini kita anggap sebagai perumahan murah tentu dimasa yang akan datang akan menjadi mahal dan akhirnya kita tidak mampu untuk membelinya jika kenaikan penghasilan tidak seimbang dengan kenaikan harga. Dengan fasilitas kredit rumah tanpa DP tentu akan membantu mereka yang belum memiliki dana untuk membayar DP tetapi mampu mengangsur.


Berkaitan dengan tulisan diatas pastinya berinvestasi dengan membeli rumah tentunya tidak akan rugi kecuali ada kejadian alam yang tidak terduga. Di luar factor alam yang bisa membuat rugi, kita harus teliti dalam membeli rumah jangan hanya tertarik karena perumahan murah. Biasanya calon pembeli akan menanyakan siapa pengembang perumahan terutama untuk perumahan skala besar.


Untuk pengembang skala kecil biasanya membangun dalam bentuk cluster, tidak perlu khawatir dengan pengembang kecil selama semua kelengkapan jelas. Tentunya untuk membeli di perumahan kita juga harus memperhatikan lingkungan sekitar misalnya apakah sudah cukup ramai. 

Di wilayah Depok saat ini sangat sulit untuk mencari perumahan dengan harga di bawah 200 juta rupiah dengan lokasi yang strategis mungkin sudah tidak ada, jika terpaksa membeli rumah murah yang cukup jauh dari kota tentunya harus dipertimbangkan transportasi terutama transportasi masal seperti kereta karena dengan kereta biaya yang dikeluarkan cukup murah dan bisa cepat sampai tujuan. 

Jika sudah berpenghasilan dan mempunyai kemampuan membeli rumah murah dengan tunai maupun kredit rumah, lebih baik segera membeli apalagi jika belum berkeluarga dimana belum banyak pengeluaran, tentunya dengan memperhatikan perkiraan perkembangan lokasi. Biasanya pengembang akan menawarkan perumahan murah dengan gambaran rencana tata kota, misalnya rencana pembangunan ruas toll, dibangunya stasiun kereta api dll.

Seperti saat ini per 1 April 2015, ada penambahan perjalanan commuter line dari Duri di Jakarta Barat menuju Nambo, Bogor dan sebaliknya melalui stasiun Pondok Rajeg dan Stasiun Cibinong. Sehingga tentunya harga rumah murah juga lebih cepat naiknya.